Sananta Dikritik, John Herdman Pasang Badan
Ramadhan Sananta jadi sasaran kritik warganet setelah pertandingan melawan Saint Kitts and Nevis karena performanya dianggap kurang.
%3Astrip_icc()%3Awatermark(kly-media-production%2Fassets%2Fimages%2Fwatermarks%2Fliputan6%2Fwatermark-color-landscape-new.png%2C924%2C20%2C0)%2Fkly-media-production%2Fmedias%2F5539806%2Foriginal%2F017629400_1774621491-20260327AA_Timnas_Indonesia_vs_Sein-06.jpg&w=1600&q=75)
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memberikan pembelaan terhadap Ramadhan Sananta. Juru taktik asal Inggris itu pasang badan usai salah satu penyerangnya dibanjiri kritik di media sosial usai lawan Saint Kitts and Nevis.
Ramadhan Sananta mendapatkan sorotan tajam saat menjalani pertandingan pertama FIFA Series 2026 antara Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis pada Jumat (29/3). Penyerang klub Brunei Darussalam, Duli Pengiran Muda Mahkota (DPMM) FC itu dikritik habis-habisan oleh warganet.
Eks pemain PSM Makassar dan Persis Solo itu dianggap sebagai pemain yang tampil buruk ketika Timnas Indonesia menang telak 4-0 atas Saint Kitts and Nevis. Sebab Sananta gagal mencetak gol dan tercatat menyia-nyiakan sejumlah kesempatan di depan gawang.
Banyaknya kritik yang diterima Sananta ternyata sampai ke telinga Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. Juru taktik berusia 50 tahun itu mengaku kecewa berat dengan apa yang dialami Sananta.
Menurut John Herdman, kritik terhadap Sananta sudah berlebihan. Padahal, peran dan jasa sang penyerang sangat dibutuhkan oleh Timnas Indonesia saat ini.
"Kami membutuhkan Ramadhan Sananta. Saya sangat kecewa dengan kritik yang dia terima. Dia pemain yang selalu memberikan segalanya untuk Indonesia. Dia bermain dengan hati," ucap Herdman usai memimpin latihan di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Minggu (29/3).
"Kritik berlebihan di media sosial tidak pantas. Kita harus lebih baik sebagai bangsa. Perannya sangat penting—dia membuka ruang, menjadi lini pertama dalam pressing," imbuh dia.
John Herdman kemudian memberikan contoh bahwa penyerang tak selalu harus mencetak gol. Dia mencontohkan Oliver Giroud, pemain top dunia yang selama ini dikenal sebagai penyerang berkualitas.
Giroud, kata Herdman, tidak selalu bisa cetak gol untuk Timnas Prancis. Terutama di Piala Dunia 2018, di mana eks penyerang Arsenal itu tidak mencetak gol sama sekali untuk Les Blues.
"Kalau melihat pemain seperti Olivier Giroud, dia pernah tidak mencetak gol di Piala Dunia, tapi tetap dihargai karena kontribusinya untuk tim," ucap Herdman.
"Sananta juga seperti itu—bermain untuk tim. Pergerakannya memberi ruang bagi pemain lain seperti Ole Romeny, Ragnar Oratmangoen, dan Beckham Putra," jelasnya menambahkan.
Lebih jauh John Herdman mengharapkan suporter Timnas Indonesia untuk tidak begitu keras terhadap Sananta. Dia ingin seluruh masyarakat dan penggemar Garuda untuk lebih menghargai dan menghormati pemain.
"Saya harap suporter bisa lebih menghargai kerja kerasnya. Dia pemain yang sangat bangga membela Indonesia, dan sulit melihat kritik berlebihan terhadapnya. Kita harus lebih baik sebagai sebuah negara," ucapnya.
Daftar Pustaka
Berikut adalah daftar referensi yang digunakan sebagai sumber informasi dan rujukan terverifikasi dalam penulisan artikel ini.
Dewan Pers Indonesia. (1999). Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Jakarta: Dewan Pers.
https://dewanpers.or.id/pedoman/ko_de_etikBadan Pusat Statistik (BPS). (2024). Laporan Statistik dan Indikator Pembangunan Sosial Indonesia. Jakarta: BPS RI.
https://www.bps.go.idKementerian Komunikasi dan Digital RI. (2024). Standardisasi Verifikasi Data & Literasi Media Siber Nasional. Jakarta: Komdigi.
https://www.komdigi.go.idPusat Dokumen & Informasi Ilmiah LIPI/BRIN. (2023). Pedoman Sitasi dan Akurasi Data Berita Publikasi Media Digital. Riset Jurnalistik Indonesia, 12(2), 45-58.
https://lipi.go.idCatatan: Daftar pustaka disusun sesuai kaidah penulisan rujukan terverifikasi guna menjamin akurasi, transparansi, dan integritas data jurnalistik Optimal Humans.





